Sawah Abdya
Cerita Kami

Dari Sawah Abdya,
Untuk Meja Makan Dunia

Beras legendaris yang sempat menghilang selama 32 tahun, kini hadir kembali dengan kualitas premium dan cita rasa yang tak tertandingi.

32 Thn
Sempat Menghilang
2021
Dikembangkan Kembali
Mancanegara
Jangkauan Pasar
Limited
Produksi Terbatas
Kisah Kami

Beras Legendaris yang Bangkit Kembali

Beras Sigupai adalah varietas padi lokal khas yang sempat menghilang selama kurang lebih 32 tahun. Pada tahun 2021, usaha pengembangan kembali dimulai dengan penuh dedikasi, meski prosesnya tidak mudah — banyak petani yang mengundurkan diri karena tingginya kesulitan dalam budidaya dan terbatasnya ketersediaan benih.

Proses budidayanya memang sangat menuntut: tanaman sangat rentan terhadap hama, kualitas beras sangat bergantung pada ketepatan waktu panen, dan penggilingan masih dilakukan secara tradisional untuk menjaga mutu serta aroma khasnya yang tidak bisa digantikan oleh mesin modern.

Yang membuat Sigupai benar-benar istimewa: ada ritual dan tradisi khusus yang dipercaya turun-temurun dapat menjaga aroma khas beras ini tetap harum. Sebuah warisan budaya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Sigupai.

Petani Sigupai
🏆

Penghargaan dari Bank Indonesia

Usaha Beras Sigupai telah mendapatkan pengakuan dan penghargaan resmi dari Bank Indonesia atas kontribusinya dalam pengembangan produk unggulan lokal dan pemberdayaan ekonomi daerah Aceh Barat Daya.

Yang Membuat Sigupai Istimewa

Fakta di Balik Setiap Butir Beras

Bukan sekadar beras biasa — ini adalah warisan budaya dan alam Aceh Barat Daya.

🌾
Cita Rasa Legendaris
Diakui sebagai salah satu beras dengan cita rasa terenak dan paling harum, menjadikannya beras premium yang dicari oleh pecinta kuliner. Aroma khasnya tidak ditemukan pada varietas lain.
💎
Limited Edition — Produksi Terbatas
Permintaan pasar terus meningkat, namun produksi masih sangat terbatas karena sulitnya proses budidaya dan terbatasnya benih. Ini menjadikan Sigupai beras yang langka dan bernilai tinggi.
🌏
Sudah Dikenal Mancanegara
Sejak 2021, Beras Sigupai telah dipasarkan hingga ke luar negeri. Keistimewaan cita rasanya melampaui batas negara dan mulai dikenal oleh konsumen internasional.
🎋
Ritual Tradisional Penjaga Aroma
Ada tradisi dan ritual khusus yang dipercaya turun-temurun untuk menjaga aroma khas Sigupai tetap harum. Warisan budaya ini menjadi bagian penting dari proses produksi yang tidak bisa dilewatkan.
⚙️
Penggilingan Tradisional
Untuk menjaga mutu dan kualitas beras, proses penggilingan masih dilakukan secara tradisional. Mesin modern tidak mampu mempertahankan keistimewaan tekstur dan aroma khas Sigupai.
🌿
Budidaya yang Menantang
Tidak semua petani berhasil membudidayakan Sigupai. Tanaman ini sangat rentan dan butuh perhatian ekstra. Inilah mengapa diperlukan pendampingan intensif untuk setiap petani mitra kami.
Dari Sawah ke Rumah Anda

Proses yang Kami Jalani

Setiap tahap dijalankan dengan teliti untuk memastikan beras sampai ke tangan Anda dalam kondisi terbaik.

1
Pendampingan Petani
Petani mitra mendapat edukasi dan pendampingan langsung karena budidaya Sigupai membutuhkan keahlian khusus yang tidak semua orang bisa.
2
Panen di Waktu Tepat
Ketepatan waktu panen sangat krusial. Panen yang terlalu cepat akan menurunkan kualitas rasa dan warna beras secara signifikan.
3
Penggilingan Tradisional
Proses penggilingan dilakukan secara tradisional untuk menjaga mutu, aroma, dan tekstur khas yang menjadi keunggulan Sigupai.
4
Pengiriman ke Seluruh Dunia
Beras dikemas dan dikirim ke pelanggan di seluruh Indonesia bahkan mancanegara, dengan tetap menjaga kualitas selama perjalanan.

Dalam Proses Sertifikasi Indikasi Geografis & Hak Paten

Beras Sigupai sedang dalam proses pengurusan hak paten dan sertifikasi Indikasi Geografis resmi. Usaha ini juga telah dilengkapi dengan NIB, izin usaha, izin edar, dan sertifikat halal — serta pernah meraih penghargaan dari Bank Indonesia sebagai produk unggulan lokal.

Rasakan Sendiri Keistimewaan Beras Legendaris Ini

Stok terbatas — dapatkan Breuh Sigupai sebelum kehabisan.